Pertama. Desa Margodadi sedang mengadakan malam pentas seni selama 10 hari berturut-turut. Pejabat desa menginginkan kami sebagai tim KKN untuk ikut berpartisipasi dalam acara tersebut. Kami-pun sepakat menampilkan pentas seni pada hari rabu malam. Dengan persiapan yang extra cepat (karena kami sedang ujian, jadi waktu sangat terbatas) kami berusaha percaya diri dan menjaga semangat untuk dapat menampilkan yang terbaik bagi warga Margodadi. Hingga malam rabu-pun tiba, pukul 7 kami bersiap berangkat ke desa dengan pakaian super rapi dan wangi...:-) Sesampainya disana, tidak kami sangka acaranya begitu semarak dan ramai (terutama anak muda). Kamipun dengan percaya diri melangkah mendekati panggung sambil sesekali memainkan alat musik dan bernyanyi lirih (agak sok2an dikit gt deh...hehhehe) sembari salah satu dari kami mencari panitia acara. Namun betapa terkejutnya kami saat tiba2 teman saya datang dan berkata “ pentas kita ditunda, sekarang sudah penuh dan penampil yang sedang dipanggung itu sudah daritadi diminta turun panitia” wkwkkwkwk....loh??? Alhasil kata “kecelik” itu terjadi...kami yang sudah berlatih dan bersiap2 terpaksa harus meninggalkan lokasi tersebut dengan sedikit malu :p ( bisa dibayangkan sudah mendekati panggung dengan peralatan dan pakaian lengkap tapi tidak jadi naik panggung) hahahah......
akhirnya untuk menghilangkan kekecewaan, kami berfoto ria..hueheueee...


Kedua. Cerita ini baru saja kami alami tadi malam. Khususnya dirasakan oleh anggota sub unit Japanan. Pada saat kami berkunjung ke dusun beberapa waktu yang lalu, kadus memberikan informasi kepada kami bahwa pada tanggal 30 Juni 2010 malam setelah Isya’ di dusun tersebut akan diadakan rapat untuk menyambut hari kemerdekaan. Pak kadus meminta kami sebagai tim KKN untuk turut serta berpartisipasi dalam rapat tersebut. Kami semua menyanggupi, dan sore kemarin sejak pukul 5 kami sudah berkumpul agar tidak terlambat sampai dusun. Setelah magrib kami putuskan berangkat beramai-ramai. Sesampainya disana...jeng...jeng.....kok sepi???? Kami mulai bingung, kebetulan kami berhenti di rumah Kades (rumah Kades dan Kadus berdampingan) sehingga kami disambut oleh Pak Kades (terimakasih paaakk..). Pak Kades bingung melihat kedatangan kami, dan saya juga bingung melihat ekspresi bingung Pak Kades. Setelah menjelaskan maksud kedatangan kami, Pak Kades dan Bu Kades tambah bingung namun disertai dengan senyuman aneh... “ Lha wong Pak dukuh aja pergi ke Magelang daritadi pagi mbak...blm pulang sampe skrg, g mungkin ada acara, kita juga tidak tau mau ada acara mbak...lagipula besok ada pemilihan dukuh di dusun sebelah, jadi kayaknya g mungkin ada pertemuan 17-an malam ini, itu terlalu cepat mbak” weleh...weleh.....kita bingung dan terdiam. Hal pertama yang kami lakukan adalah meyakinkan diri sendiri bahwa malam itu adalah tanggal 30 Juni 2010 dan meyakinkan diri bahwa beberapa hari lalu Pak Dukuh meminta kami datang pada tangggal tersebut untuk rapat dan perkenalan dengan warga. Sesaat kami beradu argumen dengan Bu Kades namun tidak disangka beliau berkata “ woalah...lha pak dukuh itu memang kadang2 aneh je mbak....” jengleeeeng!!! ( hah! Ada ya pak dukuh aneh yang punya agenda rapat dengan banyak warga terus dibatalin begitu saja...hohoohoh). Akhirnya peristiwa “kecelik” yang kedua kalinya pun terjadi.....Untunglah Pak Kades mau menampung kita sementara, lumayan duduk sebentar melepas lelah perjalanan malam yang dingin.

Lanjut ke peristiwa ketiga dan semoga saja ini peristiwa terakhir..amiiiin. Ceritanya, yang diajak untuk ikut acara dusun tidak hanya teman-teman dari dusun Japanan, dusun Kadipiro juga meminta mahasiswa KKN untuk hadir dalam acara pengajian yang diselenggarakan tanggal 30 Juni 2010 malam hari (menurut kata-kata pak kadus saat dilakukan kunjungan sebelumnya). Tim Kadipiro pun berangkat ke dusun dengan semangatnya walaupun hanya bertiga. Mereka sudah berpakaian sangat rapi karena membayangkan Pak Dukuh akan berpakain rapi ( bersarung-baju koko-peci). Namun apa yang terjadi....sesampainya di rumah pak dukuh, teman-teman kami disambut oleh bapak-bapak bercelana mini dan bersepatu dan berkaos. “ lho, saya mau main tenis...pengajian kemaren mas...” loh....loh...loh...tentunya semua bingung!! Hahahha....ternyata acara pengajian diadakan tanggal 29 Juni 2010 (saya tidak tahu apakah bapaknya yang salah memberikan informasi atau teman-teman saya yang salah mendengar kata-kata bapaknya). Alhasil cerita “kecelik” yang ketiga ini terjadi....
Moga-moga aja dengan pengalaman tiga kali “kecelik” ini teman-teman dapat mengambil hikmahnya...:-) karena saya menceritakan ini tidak bermaksud untuk menjelekkan pejabat desa yang sedikit “aneh” itu. :D Dibalik itu semua, semoga kita dapat lebih memahami karakter warga disana, mungkin dalam setiap kata-kata yang diucapkan perlu kita kroscek terlebih dahulu. Intinya sih menurut saya adalah komunikasi, mungkin inilah pekajaran bagi kita semua bahwa komunikasi terutama untuk seseorang yang baru saja kita kenal harus dilakukan dengan baik. Misalnya saja sebelum kita berangkat, pastikan kita telah mengkroscek bahwa acara disana jelas akan diselenggarakan sekedar memberitahu dan menyatakan kembalai bahwa kami mahasiswa KKN akan datang dalam acara tersebut. Dengan begitu kesalahan semacam cerita di atas bisa diatasin...hmmmmm...aneh2 aja ya....

yang jelas..buat teman2 semua..kita harus tetap semangat untuk ber-KKN ria disana 2 bulan ke depan! :-) kayak di foto ini lohhhhh....




