
Satu minggu yang lalu, saya bertemu dengan teman lama. Kenapa kita bisa bertemu itu, ya karena urusan pekerjaan saja, atau lebih tepatnya dia meminta tolong saya mencarikan seseorang untuk usaha yang sedang digelutinya.
Singkatnya kita bertemu, saya membawa teman saya dan mereka berkenalan, lalu teman saya berkerja sama dia dan selesai, kita pulang. Tapi cerita ternyata tidak berkahir sampai disitu, sekalipun tokoh "teman saya" sudah berkahir sampai disini. Jadi,pada intinya kita masih sms, dan sudah diketahui saya termasuk orang yang ember sekalipun tentang cerita hidup saya. Sehingga bisa ditebaklah kalau isi smsnya seperti saya sedang curhat ini dan itu ke dia. Yah, walaupun begitu, isi curhatan tetap saya batasin, sekedar masalah karir dan kerja, kampus aja. Berkat ke-ember-an saya, gayungpun bersambut, ternyata teman saya ini punya cita-cita sampingan sebagai motivator (hohohoho…saya pikir ini awalnya bercanda). Di dalam sms dia sudah berusaha memotivasi saya, namun karena dirasa kurang cukup kalau hanya lewat sms maka bertemulah kita. Ini cuplikannya:
"Do A u'll get A,
do B u'll get B,
do A + B u will get AB,
do A, B,…..Z,
u will get a beautifull paragraph"….
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Tidak seperti biasanya, aku malas bertemu dengan orang terutama cowok dan bisa dibilang baru mengenal (karena semasa sekolah dulu saya pikir kita tidak terlalu dekat secara pribadi walaupun 3 tahun satu kelas). Pada ajakan yang ini, ya saya mau mau saja, alasannya karena dia memang sudah bergerak dibidang yang saya ingin curhatin jadi relevan-lah kalau saya mendengarkan ilmunya dia.
Sampai pada hari H, kita bertemu. Saya sih sebenarnya tidak terlalu yakin sesi pertemuan ini sepenuhnya berisi motivasi dari ilmu dia (dan ternyata setelah itu kita menonton Yogya Gamelan Festival). Tapi…yang perlu dicatat adalah, dia memberikan motivasi ke saya benar-benar seperti motivator2 semacam tung desem atau mario teguh. Ya, saya kaget juga…dalam bayangan saya, sesi ini akan di isi cerita pengalaman dia yang mungkin lebih riil. Tapi ternyata..eh ternyta…dia mengeluarkan dan mungkin ini saat bagi dia mempraktekkan ilmu terpendamnya yaitu sebagai motivator…
Oke..ada sesi saya harus menulis dengan tangan kiri, ada sesi saya ditanya-tanya apa yang saya ucapkan ketika saya berdoa, apa yang saya lakukan jika menemui bahaya, dan lain sebagainya. Yang pada intinya, kita harus merubah mindsite kita untuk menjadi orang sukses. Kita tidak boleh memiliki mindste orang miskin. Dan yang terpenting adalah kita harus punya keinginan untuk maju serta percaya bahwa semua yang kita impikan akan terwujud (impian ini tentunya dalam hal positif ya…)
Perlu diketahui juga, diawal dia memberi motivasi, dia bertanya dulu : sering dateng acara motivasi ? Aku jawab "nggak", sering baca buku tentang motivasi? Aq jawab "nggak juga". Hehehe…intinya ini bibit aku defense terus sama apa yang dia ucapin. Setiap dia bilang seharusnya mindsite kita begini begitu, aku langsung deh memutar otak untuk membalasnya berargumen. Yah..ga tau juga motivasiku apa, tapi memang rasanya kalo dapat motivasi selalu yang ada dalam pikiranku adalah defense atau minimal mempertanyakan apa yang dikatakan motivatornya.
Sampai akhirnya aku juga capek menyanggah terus…namun sekalipun saya defense, saya akui beberapa poin yang disampaikannya memang benar. Hingga di sesi terakhir, dia minta saya nanti setelah sampai dirumah untuk menuliskan apa yang diinginkan menggunakan tangan kiri di sebuah kertas. Heeeeee….tangan kiri itu susah ya!!!! Dan dia menjawab : "suapaya saat kamu dah bisa mencapai yang kamu inginkan itu, kamu bisa ingat sulitnya menuliskannya dengan tangan kiri.." Yah, supaya tidak ada bantah2an lagi aku jawab: Oke deh!
Akhirnya kita menonton gamelan…..lalu pulang.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Sampai dirumah sudah hampir jam11 dan saya mengantuk, dalam keadaan mengantuk dan capek, sempat teringat pesan temenku tadi. Tolong tuliskan apa yang diinginkan di kertas ini ya…. Hehehhe, tapi aku sudah sangat mengantuk, dan lagi sebenar2nya aku malah bertanya2 sendiri "apa perlu aku tulis ya? Atau aku bilang saja ke temnaku kalau sudah aku tulisin, toh dia g akan tau, apa aku menuliskannya atau tidak,,, (hehhehe..maaf, dalam keadaan capek seperti itu, aku sempat berpikir seperti itu :) sampai akhirnya saya tiduuur…
Bangun pagi, saya masih memikirkan apakah saya perlu menuliskan daftar keinginan saya di lembar kertas itu…? setelah berpikir (tentunya berpikirnya sambil beres2 kamar dan berbagai kegiatan lain di pagi hari), terlintas dipikiran saya : semua ini buat saya..yang dilakukan teman saya untuk memotivasi saya menjadi lebih bersemangat dan lebih berpikir maju, kok saya malah menganggap remeh dan berniat berbohong… teman saya sih tidak akan rugi kalau saya bilang saya sudah menuliskannya ataupun belum menuliskannya. Ini semua kan tujuannya buat saya.. Okelah, teman saya saja peduli masak saya malah menganggap remeh hal ini. Sehingga akhirnya saya menuliskan keinginan saya dalam kertas tersebut dengan tangan kiri.
Yahhh..susah sih, tp saya berhasil menuliskannya, dengan perasaan senang dan gembira saya melihat2 hasil tulisan saya yang jelek dikertas tersebut, dan akhirnya saya tersenyum melihat saya berhasil menuliskannya.
Saya pun akhirnya memberi kabar ke teman saya : halooo..sudah aku tuliskan daftar keinginanku, terimakasiih ya…kamu sudah bisa memberiku motivasi :) . Saya juga langsung bergerak cepat mewujudkannya, teman lama aku sms, menanyakan apa pekerjaan yang saya pesankan sudah jadi? Saya survei harga dipasaran, dan saya juga bertanya2 tentang kemungkinan saya melakukan mimpi saya itu. Di kampus saya hadapin komputer tempat saya magang, saya cari tugas saya. Setelah itu, saya pergi ke perpus dan saya belajar… well, so far so good.
Hidup saya memang relatif menjadi lebih bersemangat dan tentunya…saya tau bahwa ini adalah efek saya diberi motivasi… buat teman saya tu, saya ucapakan terimakasih..maaf selama kamu memotivasi, saya selalu defense dan mungkin terkesan g percaya dengan kata2mu…hehehhe. Yah, saya hanya ingin agar apa yang saya dengar benar2 masuk dalam logika saya dan teringat terus..
Sukses buat kamu ya…oh iya, karena aku lihat kamu juga suka menulis, secara tida sadar aku juga melanjutkan hobi menulis dan terciptalah tulisan ini…
Terimakasiih teman… :)
**(ceritanya agak tidak jelas alurnya, maaf ya…jadi niatannya ini semacam nulis buku harian saja, makanya ga ada klimaks atau apa..hehhe)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar